Closest Pair · Karatsuba · BFPRT · FFT · Analisis Lanjut
Materi lanjutan biasanya muncul setelah mahasiswa memahami Merge Sort, Quick Sort, dan Binary Search, lalu naik ke contoh yang menggabungkan ide pembagian cerdas, batas geometri, dan pemilihan pivot deterministik.
Masalah: diberikan n titik pada bidang 2D, cari dua titik dengan jarak Euclidean minimum. Pendekatan brute force memeriksa semua pasangan dan butuh O(n²).
Jika x dan y adalah bilangan n-digit, perkalian biasa memerlukan 4 perkalian submasalah ketika dipecah menjadi dua bagian: x = x1·2^(n/2) + x0 dan y = y1·2^(n/2) + y0.
Keunggulan utama BFPRT adalah memberikan worst-case linear time untuk masalah seleksi (misalnya mencari median atau elemen ke-k). Ini penting ketika Quickselect bisa jatuh ke kasus buruk.
FFT adalah teknik Divide and Conquer untuk mengevaluasi polinomial secara cepat pada akar-akar kesatuan. Ide utamanya: pisahkan koefisien indeks genap dan ganjil.
Pelajaran penting: dalam materi lanjutan, mahasiswa bukan hanya menghafal rumus, tetapi belajar memahami struktur pembagian masalah dan memilih teknik analisis yang sesuai.
| Algoritma | Masalah | Rekurens | Kompleksitas | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Closest Pair | Geometri komputasi | 2T(n/2)+n | O(n log n) | Bandingkan strip terbatas |
| Karatsuba | Perkalian integer | 3T(n/2)+n | O(n^1.585) | 3 perkalian rekursif |
| BFPRT | Seleksi median | T(n/5)+T(7n/10+6)+n | O(n) | Worst-case linear |
| FFT | Polinomial / sinyal | 2T(n/2)+n | O(n log n) | Even–odd decomposition |
Materi lanjutan Divide and Conquer menunjukkan bahwa satu paradigma bisa melahirkan solusi efisien pada domain yang sangat berbeda: geometri, aritmetika besar, seleksi deterministik, hingga transformasi sinyal.